Minggu, 19 Agustus 2018

PANDU LAUT di PANTAI NAMBO-KENDARI


PANDU LAUT di PANTAI NAMBO-KENDARI
OLEH: PUTRA HANUDDIN

BAB 1
“NAWA CITA SEBAGAI KESADARAN BARU”, adalah salah satu judul kecil dalam buku ‘LAUT MASA DEPAN BANGSA Kedaulatan, Keberlanjutan, Kesejahteraan’, yang diterbitkan dalam bentuk E-Book oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia masa kepemimpinan Susi Pudjiasuti. Dalam salah satu paragrafnya adalah berbunyi;
 Kita telah lama memunggungi samudra, laut, selat, dan teluk. Maka, mulai hari ini, kita kembalikan kejayaan nenek moyang sebagai pelaut pemberani, menghadapi badai dan gelombang di atas kapal bernama Republik Indonesia,” kata Jokowi dalam pidato kenegaraan pertamanya setelah bersumpah sebagai Presiden Republik Indonesia periode 2014-2019 di Gedung MPR/DPR, 20 Oktober 2014.

BAB 2
Pandu Laut adalah gerakan bersama yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat untuk bergandengan tangan dalam mengelola laut dan seisinya secara bijak, menjaga kelestariannya agar tetap bisa melayani kehidupan karena laut adalah masa depan bangsa Indonesia. Komunitas Pandu Laut dicanangkan secara resmi oleh tokoh kelautan nasional sekaligus Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti. -@pandulaut.id-
Indonesia menyumbang sampah plastik terbanyak nomor dua di dunia. Pada saat itu, berat sampah plastik yang disumbang 187,2 juta ton.” –Jenna R. Jambeck, peneliti dari Universitas Georgia, Amerika Serikat-
Melalui Komunitas Pandu Laut kita diingatkan Ibu Susi bahwa negara kita Indonesia adalah negara kepulauan seluas hampir 2 juta kilometer persegi. Wilayah lautnya 70% dari luas negara dengan 17.504 pulau yang tersebar dari barat ke timur dan membentang dari utara ke selatan. Indonesia juga punya pantai terpanjang ketiga di dunia, yakni 99.093 kilometer. Berada di garis khatulistiwa, iklim tropis Indonesia mendukung keberagaman hayati yang ada di dalamnya. Laut Indonesia adalah rumah bagi 75% spesies terumbu karang yang ada pernah ditemukan di seluruh dunia. Menjadi ekosistem bagi sedikitnya dari 2.200 jenis ikan yang mampu hidup dan berkembang dengan baik. Kemudian dalam memperingati hari ulang tahun ke 73 Republik Indonesia diadakan gerakan bersih-bersih pantai MENGHADAP KE LAUT yang dilaksanakan secara serentak di 73 titik sepanjang pesisir pantai seluruh Indonesia terbagi di Pulau Sumatra ada 12 lokasi, pulau Jawa ada 19 lokasi, pulau bali, NTB, NTT ada 09 lokasi, pulau Kalimantan ada 04 lokasi, pulau Sulawesi ada 16 lokasi, pulau Maluku ada 04 lokasi, dan pulau Papua ada 09 lokasi. Di Provinsi Sulawesi Tenggara sendiri ada 03 lokasi, yaitu; Pantai Nambo - Kota Kendari, Pulau Bokori - Kabupaten Konawe, dan Wangi-wangi – WAKATOBI.
Dalam suatu kesempatan Ibu Susi selaku Menteri Kelautan dan Perikanan juga memberi himbauan ke masyarakat yang berbunyi ;
Laut Indonesia harus bebas dari perusak dan pencuri ikan, tidak hanya berhenti pada penenggelaman kapal ikan ilegal. Kita harus bisa mengelola harta karun masa depan kita untuk anak cucu dan masa depan bangsa Indonesia.

BAB 3
Sabtu sore saya lihat story IGnya kak Fika, asisten pribadinya Ibu Menteri Susi Pudjiastuti yang dulu saya kira diami Putri Duyung yang saya cari-cari, pas saya tahu saingan-sainganku sekelas sama Reza Rahardian saat itu juga saya jadi tahu juga kalau Kak Fika memang bukan Putri Duyungku. Terus, selesai saya lihat itu storynya tentang bersih-bersih pantai yang pas saya perhatikan ternyata gerakan itu berjumlah 73, sesuai dengan hari peringatan Republik Indonesia yang karena itulah diadakan bersih-bersih pantai di 73 lokasi. Lalu lebih hebat lagi, Kota Kendari adalah salah satu titik gerakan itu yang terletak di Pantai Nambo. Sulawesi Tenggara sendiri dapat bagian 3 lokasi, yaitu; pertama di Pantai Nambo-Kendari, kedua di Pulau Bokori-Konawe, dan ketiga di Wangi-wangi – WAKATOBI. Jadilah saya merasa harus ikut andil dalam kegiatan itu, siapa tahu saya lagi asik bersih pantai lansung ketemu betul Putri Duyung atau setidaknya ketemu Ibu Susi untuk minta diajarkan bawa Padling.
Selesai saya cari informasi penuh tentang kegiatan bersih pantai di Pantai Nambo Kendari, juga sudah stalking akun @pandulaut.id , saya jadi tahu kalau gerakan itu akan diadakan secara serentak di 73 titik, yang mana untuk koordinator di Kendari atas nama Mansyur dari KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan) yang saat itu juga saya lansung WA nomornya dan tidak perlu waktu lama untuk dapat informasi kalau saya boleh terlibat dalam gerakan itu. Beliau memberi info untuk datang jam 12.30 siang dan kumpul di gerbang Nambo biar sama-sama masuk agar saya tidak perlu bayar tiket masuknya. Kemudian, saya menyiapkan botol minum sendiri sesuai yang terterah dikronologi @pandulaut.id, sama baju warna putih dan sepatu (pemberian mantan).
Adapun dampak dari pembuangan sampah di laut tersebut telah diketahui berdampak ke berbagai aspek, seperti polusi plastik, ekologi, kesehatan, ekonomi, dan lain-lainnya. #GENBISULTRA
Besoknya saya cek dan ingat-ingat kembali apa yang perlu saya bawa ke Nambo. Karena baju putihku lengan pendek, jadi saya siapkan dua baju yang satunya adalah lengan panjang supaya tidak terlalu terasa panasnya, soalnya siang-siang di Pantai setahuku panasnya beda . Pas sudah siang, saya terlambat berangkat karena terlalu santai, yang harusnya jam 12.30 sudah di sana tapi saya berangkatnya yang jam 12.30, jadinya agak balap di perjalanan. Sampai di Pantai Nambo ternyata mereka sudah di dalam semua, dengan terpaksa karena saya terlambat jadi saya bayar uang masuk, 10ribu. Sambil saya jalan masuk, sambil perhatikan dari ujung ke ujung pantai yang pas saya perhatikan ada tiga gazebo yang punya musik. Dari ujung kiri ada komunitas dari Grab Kendari, di bagian tengah yang saya lihat ada orang lagi Molulo, terus di ujung kanan ada orang lagi absen dan pas saya perhatikan spanduk yang terikat di rumah panggung ternyata sudah itumi rombongannya. Tapi karena tidak ada saya kenal, bahkan KKP-Masnyur saya tidak tahu bagaimana mukanya, jadi saya lansung masuk-masuk saja dan tanya sama orang yang lagi bagi-bagi pita dan kantong plastik merah yang saat sudah berlansung acara saya tahu kalau yang tadi saya tanyakan adalah salah satu mahasiswa dari UMK. Terus saya isi juga absen, dapat pita hijau dan kantong plastik. Ada mungkin setengah jam selesai isi absen, yang pegang mic dia panggil semua untuk berkumpul di depan rumah panggung yang ternyata kegiatannya dimulai dengan upacara pembukaan. Pemimpin barisan sudah atur barisan, pembawa acara lansung mengambil alih. Terus secara otomatis pembukaan itu mengalir. Mulai sambutan-sambutan dari perwakilan instansi-instansi yang bersangkutan dan dari pemerintah, koordinator lapangan menjelaskan 4 kelompok yang terbagi sesuai warna pita yang dikasih, terus dibuka secara resmi kegiatannya, dan terakhir doa. Setelah upacara pembukaan, peserta dipersilahkan menikmati kopi dan kue-kue yang sudah disediakan panitia. Sambil menunggu tepat jam 2 siang untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya secara serentak di seluruh Indonesia. Terus lansung lanjut ke acara inti, bersih-bersih pantai. Sudah ada juga koordinator kelompok masing-masing, mereka juga bertugas memisahkan sampah yang terkumpul sesuai jenisnya kemudian ditimbang dan dicatat oleh panitia. Dalam kegiatan, saya ketemu rombongan UHO yang sedang KKN di Sambuli, tidak jauh dari Pantai Nambo berjumlah 4 orang. Hanya Kordesnya mereka yang saya kenal, Ibnu dari Fakultas FISIP, yang dari penjelasannya kalau 3 orang temannya itu punya program bersih-bersih pantai, makanya mereka sekalian merangkaikan dalam kegiatan ini.
Membuang sampah plastik sembarangan seperti memupuk dosa bagi bumi yang tak akan bisa terurai oleh doa-doa.” –BKIPMKendari-
Sekitar 30 menit lebih peserta keliling memungut sampah, koordinator kelompok memilah sampah sesuai jenisnya, dan setelah itu karena sampah yang dikumpulkan kelompok 4 banyak sekali dan setengah mati kalau diangkat menuju rumah panggung tempat sampah ditimbang, jadi saya ditugaskan untuk pergi melapor ke panitia agar mobil pengangkut sampah yang dibawa ke sana. Panitia lansung setuju, tapi sebelumnya sampah-sampah itu harus ditimbang dan dicatat. Jadilah saya bersama salah satu panitia mengangkat timbangan dari rumah panggung menuju tempat kelompok 4 mengumpulkan sampah yang lokasinya berada di bagian ujung pantai.
Setelah semua kelompok selesai membersihkan, peserta disuguhkan lagi kue dan es buah segar. Lalu upacara penutupan dilaksanakan, dari penutupan itu saya jadi kalau kegiatan ini akan menjadi kegiatan tahunan KKP dan berikutnya akan dilaksanakan di tempat yang berbeda, kemungkinan di Teluk Kendari. Setelah upacara penutupan, panitia mendokumentasikan semua peserta. Selesai.

Laut bukan tempat sampah.

Minggu, 19 Agustus 2018

Jumat, 17 Agustus 2018

LETINGKU DI SMKN 2 KENDARI ATAU STM KENDARI


1TEKNIK PEMESINAN 2018-2014 SMKN 2 KENDARI

 Aan Bahari Sam
2Abdullah Bahar
3Abidin Anas
4Adi Masmun
5Aldi
6Alwi
7Annur Almuhajirin
8Apriman Puhid
9Ari Yanto Tahir
1Arief Prisman
1Arman
1Asryandi M. Alwi
1Bobi Wahyudin
1Dartono
1Darwis
1Delan Adhial
1Didi Adriansyah
1Eleazer Kayrel Baralangi
1Elfriedo Yoseph Manurung
2Eka Casana Jaya
2Fadlan Tekao
2Faizal
2Ferriyanto
2Fikarrudin B.
2Gito Mustafa
2Gunawan
2Haris
2Hendrik
2Irfan Andi Goa
3Indra Saputra
3Indra Mulyadi
3Irwan Iskandar
3Jos Rivan Pats Yahwee
3Krisna Bayu
3La Ode Rahman R.
3La Ode Taslim
3Muhammad Ali
3Muhammad Fadriandy
3M. Nuzul
4M. Salman
4Mustamin T.
4Pati Muna Rulis
4Putra Hanuddin
4Rafiun
4Ricardo
4Ridwan Sanusi
4Riky Iskandar Sunja
4Rizaldi
4Rulis
5Rusmin
5Saimin
5Sandi Yusuf
5Tomy Elizabet
5Toni Saputra
5Virly Prasanjaya
5Yahyul
5Yuda Ridhani Saputra
5Yulius Yusta