BASA BASI
Pada suatu waktu saya bertanya ke diri sendiri, “Kenapa mengaku suka, tapi lagu-lagunya unduh gratis? Bukannya musisi
bisa bertahan kalau karyanya diapresiasi(beli)?”. Pertanyaan itu menjadi
dasar tulisan ini, bahkan menjadi awal saya semakin merasa malu berjumpa.
Sekalipun saya juga sadar, kalau tidak mungkin Kapten mau berjumpa atau sekedar
menyapa saya secara lansung. Pertanyaan itu kemudian masuk ke obrolan saat saya
dihubungi sama salah satu Shermunch (entah dari kota mana), tapi dari obrolan
itu saya ingat pernah berkata; “Shermunch
ilegal saya!”. Ucapku saat dia mencari informasi tentang saya dengan
bertanya dan saya dengan pikiran-pikiranku yang sampai sekarang belum bisa terjawab.
Tulisan di dalam buku ini adalah
kumpulan cerita saya jatuh cinta ke kapten. Bukan hanya tulisan untuk dia tapi
beberapa tulisan untuk orang lain –sahabat- itu terinspirasi dari kapten.
Makanya saya sengaja masukkan ke dalam kumpulan ini. Juga cerita-cerita saya
yang belum pernah saya rasakan sebagai orang yang menyukainya dari jauh, ada
beberapa cerita juga saya merasa kalau saya adalah satu-satunya yang pernah
merasakan itu. Awalnya saya menulis hanya beberapa bait, kemudian beberapa
halaman, dan ternyata sudah bisa menjadi satu kumpulan (buku).
Btw, terima kasih banyak kapten. Karena
kau terus berkarya, saya merasa termotivasi untuk ikut berkarya. Bahkan karya
yang kau hasilkan terkadang menjadi acuan karyaku juga. Walaupun beda, kau
musisi dan saya (ingin) jadi penulis. Tapi dengan karyamu, saya merasa ditemani
saat sedang sendirian atau merasa merindukanmu. Terima kasih banyak kapten.
AKIBAT RINDU
S.S.T.
Syairnya
menemani puisi dan hari
Hari
di mana mimpi bercerita tentang temu hari esok
Esokkan
ada terjaga dalam semu dan raga
Raga
pula menjadi alasan keseimbangan ying dan yang
Yang
pernah menyapa membuat cinta semakin luka
Luka
tak demikian. Seperti puisi dan hari.
Segalanya
merdu dan indah
Hal
berlagu itu peka di waktu sore
Entahlah,
bersuka karena apa
Mungkin
karena pagi
Ini
sesungguhnya hari berbicara
Dan
surya menghangatkan
Namun,
temu masih berwujud ragu
Bahkan
jarak sudah menjadi rindu
Kendari/jumat,
19 Juni 2015
Rindu
Bersapa (S.S.T)
Luka
itu mengalun di dalam musik
Sedangkan
rindu ini mengalir di dalam puisi
Pernah
menjadi acuh pernah menjadi pemuja
Sebenarnya
masih sama. Sama-sama penadah waktu
Masa
depan tak bercerita tentang puisi
Tapi
bisa saja puisi mengadukan itu
Lalu,
sang inspirator akan mati
Kemanakah
alunan musik dan rindu puisi akan beradu?
Bisa
saja ke lorong masa itu
Atau
mungkin saja tertanam di pori-pori yang tersirat
Kemudian, rasa sunyi bersuara. Kita
berdua berusaha reminds of love.
Demi
aku dan demi kryptonite itu
Sahabat
pasti akan mempuisikan semua.
Kendari/senin,
22 Juni 2015
Kita
Berdua
Kan ada syair
indah
Indah
serta suka dalam tak temu
Temu
satrawan, temu apresiasi
Apresiasi
dalam segala bentuk puisi
Bebas,
bebal, berwujud, berbait
Entah
bermaksud duka atau cinta
Ruh
ada di raga puisi juga nyata
Dan
syair itu sebenar-benarnya indah
Untuk
itu abadikanlah waktu
Antara
semua napas syairmu
Kendari/senin,
29 Juni 2015
Bla
Bla Bla
Buktikan
bahwa kau nyata
Lama
dan tua menjadikanmu tak ada
Abadi
sebenarnya ada atau tak ada?
Buktikan
bahwa kau benar adanya
Lelah
dan luruh dalam segala waktu
Abadi
sesungguhnya ada atau tak ada?
Buktikan
bahwa kau syair cinta
Lama-lama
lelah pun akan usang
Abadi
adalah puisi yang sedang kau baca
Kendari/senin,
29 Juni 2015
Kryptonite
Kaki
menapaki jalan lelah
Raga
berusaha mengerti syair dan hidup
Yang
sebenarnya tujuan adalah bersuka
Pun
adanya alasan juga berusaha bersuka
Tak
akan menyatakan bahwa aku adalah puisi
Oleh
karena itu syairkanlah hidup dan alasan itu
Namun
jika kau tak mampu, sesungguhnya puisiku punya pundak
Ini
antara fungsi sebenarnya
Tulis
mimpi berbentuk cinta, lalu buat menjadi nyata
Ekspresi
akan menjadi nyawa sesungguhnya
Kendari/senin,
29 Juni 2015
Reminds Me of Love
Ramuan
apa perlu ada di cita?
Ekspedisi
dalam perjalanan kata
Meskipun
berliku pena tetap bernyawa
Inti
dari semua semu juga nyata
Namun
itulah hidup di dunia fiksi
Dan
mati nanti dalam dunia puisi
Semoga
Mempuisikan
adalah napas
Entah
acuh atau pura-pura tak terbaca
Orang
lain merasa iri dengan harmonis syair hidup
Faktor
dari tak sama kesempatan
Lalu
akhirnya benar-benar merasa abadi
Orang
pun menjadi acuh dan pura-pura tak terbaca
Virus
tertanam disetiap bait yang lahir
Entahlah
apa akhirnya. Tapi, ramuan apa yang perlu ada?
Kendari/selasa,
30 Juni 2015
Rasa Sunyi
Rasa seolah-olah akan mengaku lelah
Antara angan dan ingin. Ada cerita
Sesungguhnya yang fiksi adalah puisi
Antara kata dan raga ada jemu
Selesaikan apa yang kau lahirkan
Untuk itulah bait benar nyata terbentuk
Namun langit luruh bersama hujan
Yang menjadi tujuan inspirasi
Ini akhirnya raga akan mengaku lelah
Kendari/selasa, 30 Juni 2015
Sahabat
Seberapa pantas kau menjadi puisi
Adalah aku jadi sang penyair
Hal-hal mengenai kepenulisan
Adalah masa depan berbicara
Baru setelah menjadi buku
Aku benar-benar sang penyair yang menjadikanmu puisi
Terbit suka setelah ini terbaca
Kendari/selasa, 30 Juni 2015
Demi
Aku
Dari sebuah angan ingin temu
Entah, temu dalam mimpi atau syair puisi
Maka dari itu hati bersuara
Istilah, jatuh cinta pun ceritanya
Awan, mengingatkan pada langit
Karena langit selalu jadi saksi cinta dan puisi
Untuk itulah, angan ingin jumpa dan temu
Kamis,
2 Juli 2015
Marta
Bak
Membayang-bayangi
bayangan awan
Ada gelap terkejar
Raga lelah namun jiwa membara
Telur-telur masa lalu menetas hari ini
Adonan rasa menghasilkan cinta
Bulan terbit membumbuinya
Antara pengucap dan pengecap
Kecoklatan menjadi baju setiap raga tertelan Sabtu,
04 Juli 2015
Kota
Kendari
Sheryl
Throwback
Sisa
waktu terus digunakan
Habis
ketika benar-benar nyawa dikembalikan
Endapan
kisah kadang terkenang
Raga
ditimbun juga akan benar-benar pulang
Yang
jadi kepunyaan adalah teman
Landai
puisi tersemai pun kepunyaan tuhan
Tak
akan terkira oleh langit, awan dan malaikat
Hari-hari
terus berlisan dan berbait
Ruh
itulah membuktikan masih bernyawa
Oleh
karena itu, pahami puisi, pahami penulis puisi, dan pahamilah pemilik puisi
Waktu
saja terus menulis kisahnya
Bahkan
kadang bulan menemaninya menulis hingga bulan tertidur
Antara
lalu, kini, dan depan
Cukup
diabadikan dalam senyum puisi
Karena
itu, waktu terus digunakan
Kota
kendari
Sabtu,
04 Juli 2015
PENGOBAT RINDU
Pesan Khusus
09
Februari 2015
Hope to see you soon
bareng munch yang lain ya! :) take care.
Pesan khusus buat saya dan bikin saya tidak tahu mau
balas apa.
Waktu sa baru baca pesannya Kapten yang dia kirim ke saya
lewat twitter, sa jadi tidak tahu berkata-kata. Bahkan sa tanya kakakku apa
yang perlu sa balas dan bagaimana cara balasnya. Sampe-sampe sa gemetar waktu
pegang hapeku. Butuh beberapa menit untuk kembali nyawaku supaya bisa mengetik
di hape. Padahal baru itu pesan lewat media sosial, belum ketemu lansung.
Hehehe.
Ucapan Selamat Pagi
10 Februari 2015
07.57
Just
wanna say goodmorning and hello to my 1000th follow @Putrashermunch! :)
Sebenarnya
saya bukan orang yang sering main aplikasi twitter, tapi untuk mengikuti
kegiatannya Kapten yang lebih banyak update di twitter saya jadi ikut bermain
aplikasi itu. Kemudian tidak tahu sa mimpi apa pas hari selasa tanggal 10
Februari 2015, tepatnya jam 07.57 pagi, Kapten dia status di twitternya ucapan
selamat pagi dan halo KHUSUS UNTUK SAYA. Hahahaha. Terus pake emotikon senyum
lagi. HEEEEEEBAT!
Pernah
lihat orang dapat uang di jalan pas lagi kosong betul dompetnya? Atau pernah
lihat ekspresinya anak kuliah yang jarang kerja tugas tapi dapat nilai bagus?
Atau pernah lihat anak kecil dibelikan makanan kesukaannya? Atau pernah lihat
ekspresinya teman yang ditembak sama odo-odonya yang sudah lama? Sudah itu
semuami ekspresiku pas sa buka akun twitterku dan lihat tweet dari Kapten. Sa
senang, sa guling-guling, sa histeris dalam hati, sa …. Pokoknya sa senang
sekali. Mungkin paling sama ekspresiku itu waktu Kapten dibalas tweetnya sama
Jhon Mayer, idolanya Kapten. Begitu juga perasaanku mungkin, mirip perasaannya
Kapten.
Semenjak
hari selasa itu, saya jadi tidak merasa irimi lagi dengan kenalan yang
diucapkan selamat ulang tahun oleh Kapten.
21 Februari 2015
“Cie-cie, yang
dapat ucapan dari Kapten. Selamat ya? (iri aku) J”
Pesan yang saya kirim lewat BBM.
“Hahaiyaa
makasihhhh J” Balasannya.
“nantik kalo ulng thn juga diucapinkok”
lanjutannya.
Suatu
waktu, ada kenalan yang dapat ucapan selamat ulang tahun dari Kapten. Kemudian
dia bagikan dan jadikan profil di BBMnya.
Otomatis sa iri dengan itu, jadi sa komen dan dia hanya tertawa, dengan ucapan
kalau nanti saya dapat ucapan juga dari Kapten, ucapan selamat ulang tahun.
Tapi pas hari ulang tahunku, ternyata tidak ada ucapan. Bahkan sudah tiga kali
lewat tanggal ulang tahunku semenjak hari itu, belum ada juga ucapan. Sekarang
saya baru sadar, apa dayaku? Siapa juga saya mau dapat ucapan begitu? Jadi,
dengan berat hati rasa itu saya sembunyikan dalam-dalam. Mungkin rasa itu telah
tertimbun oleh perasaan yang lain. Btw, kalau
saya ketemu lansung Kapten, bagaimana seharusnya saya merespon di’? Sampai
sekarang juga sa masih bingung bagaimana bersikap di depannya, padahal ini baru
hanyalan ji. Belum ketemu lansung.
Martabak
Bersyukur itu ketika
mami ketok pintu dan bertanya "dek mau dibeliin martabak ga?" jam
segini :')
Seperti
biasa, sebelum tidur stalking Kapten lewat dunia maya, lebih tepatnya lewat aplikasi
twitter. Kemudian pada waktu dia pasang tweet tentang rasa senangnya karena mau
dibelikan martabak, saya yang sok kenal dia karena sudah pernah dichat pribadi dan ditag di tweetnya,
lansung memberi komentar;
“emangny nggak ap-ap sring mkan mrtabak
mlam”? bkannya mrtabak itu brminyak dan penyanyi tdak bisa sering-sering makan
yang brminyak?” Tanyaku dalam bentuk komentar yang sok akrab.
Martabak
adalah salah satu makanan kesukaannya Kapten. Kemudian, hanya berselang kurang
dari 10 menit, Kapten lansung membalas komentarku. Ya, walaupun hanya
titik-titik dan “hehe” itu sangat
cukup untuk sebagai pengantar tidurku. Rasanya seperti diucapkan selamat malam,
ditambah dikecup keningku. Hahaha.
“@Putrashermunch ............. H e h e” Isi balasannya Kapten.
23 Juni 2015/ 10.36 malam.
SMS
Buat Kapten
Selamat pagi Sheryl Sheinafia, apa yang lebih
baik dari sarapan kabarmu? Mungkin sedikit teh kenangan dengan dua sendok gula
manis senyummu, dan sepiring catatan pribadi campur tinta pena ini.
Lagi bikin apa? Mandi kosa kata, mencuci mimpi, sikat hati, dan
sampoi puisi. Sudahkah?
Di Kendari sini, hujan masih seperti biasa. Membasahi apa saja
yang menghalangi rinainya. Rintiknya mengingatkanku dengan petikanmu, lembut
dan mende’javukan momen jatuh cinta.
Btw, selamat tambah dewasa Kapten. Izinkan aku mewakilimu
membuat harapan; “Semoga ………………………………………,
dan semoga kita bisa berjumpa” Amin.
04 Desember 2017
Katanya
"kalau sudah berteman lebih dari 7 tahun,
pertemanan itu akan abadi".
Sa tidak tahu kata-katanya siapa itu, tapi ada sa kenal orang yang mengamini hal itu.
Btw, saya punya kenalan yang entah dia Teman, Sahabat, atau Saudari. Soalnya sa tidak bisa bedakan.
Kalau hanya dibilang 'Teman', sudah lama sekali mi juga sa kenal. Dari 15 tahun yang lalu. Bahkan sa kenal dari waktu da masih lugu sampe sekarang yang da sok lugu.
Mau disebut juga 'Sahabat', saya di rumahnya seperti pulang ji. Tidak seperti datang bertamu, bahkan keluarganya da sudah anggap saya seperti kucing kesayangannya si bungsu. Ehh! Maksudku, makan-tidur-makan-tidur semauku ji. Mirip-mirip lah kucing rumah!
Dan mau sa panggil juga saudari, tidak ada hubungan darah sama sekali. Bahkan beda aktifitas, beda kampung halaman, beda idola, beda cita-cita, dan banyak sekali bedanya kalau sa uraikan.
Kemudian dia da semakin dewasa dan saya sa hanya tambah tua.
Banyak teman/kenalanku yang dari dulu sampe sekarang masih tetap berteman. Bahkan akrab. Tapi hanya ada satu orang teman/kenalan/saudari yang pernah terkejut sampe keluar airmatanya pas ketemu saya setelah lama tidak berjumpa, DIA.
Katanya "kalau sudah berteman lebih dari 7 tahun, pertemanan itu akan abadi".
Sa tidak tahu kata-katanya siapa itu, tapi ada sa kenal orang yang mengamini hal itu.
Sa tidak tahu kata-katanya siapa itu, tapi ada sa kenal orang yang mengamini hal itu.
Btw, saya punya kenalan yang entah dia Teman, Sahabat, atau Saudari. Soalnya sa tidak bisa bedakan.
Kalau hanya dibilang 'Teman', sudah lama sekali mi juga sa kenal. Dari 15 tahun yang lalu. Bahkan sa kenal dari waktu da masih lugu sampe sekarang yang da sok lugu.
Mau disebut juga 'Sahabat', saya di rumahnya seperti pulang ji. Tidak seperti datang bertamu, bahkan keluarganya da sudah anggap saya seperti kucing kesayangannya si bungsu. Ehh! Maksudku, makan-tidur-makan-tidur semauku ji. Mirip-mirip lah kucing rumah!
Dan mau sa panggil juga saudari, tidak ada hubungan darah sama sekali. Bahkan beda aktifitas, beda kampung halaman, beda idola, beda cita-cita, dan banyak sekali bedanya kalau sa uraikan.
Kemudian dia da semakin dewasa dan saya sa hanya tambah tua.
Banyak teman/kenalanku yang dari dulu sampe sekarang masih tetap berteman. Bahkan akrab. Tapi hanya ada satu orang teman/kenalan/saudari yang pernah terkejut sampe keluar airmatanya pas ketemu saya setelah lama tidak berjumpa, DIA.
Katanya "kalau sudah berteman lebih dari 7 tahun, pertemanan itu akan abadi".
Sa tidak tahu kata-katanya siapa itu, tapi ada sa kenal orang yang mengamini hal itu.
14
Februari 2018
Tulisan
di atas berhasil menghadiahi saya baju Sweet Talk.
#SweetTalkMerch
(2)
Sa baru
pulang, dari main waktu di tempat kerja. Di perjalanan pulang, sa berpikiran
untuk nascop (jeda) merindukan Putri Duyung karena lama sekalimi sa main Buru
Mati Rindu. Baru anu juga, sa capek sekali mi jadinya terus. Hanya jadinya ji,
tidak pernah jadiannya. Ehh...
Terus pas sa
sampe rumah, ternyata hujan semakin deras, untungan suhunya tidak sedingin
sikapnya itu orang. Jadi sa santai saja jalan pulang dan jalani hari-hariku.
Eh, apakah sa mau bahas?
Oo, sa ingatmi. Kado/hadiah yang buat saya toh, sudah sampemi.
Itu hadiah baju kedua awal tahun ini. Pertama dari pacarnya orang dan ini yang
kedua dari masa depannya orang (Saya bukan orangkah? Saya, sa lagi belajar jadi
orang. Supaya sa bisa jadi salah satunya itu. Pacarnya orang atau masa depannya
orang atau keduanya atau ............)
Btw, terima kasih nah Kapten? Gegara kau anu terus ke saya,
sa jadi anu juga. Itumi sa anu sekarang dan sa akan tetap anu. Tidak anu ji,
hanya anu. Intinya, terima kasih.
Tulisan ini hadir setelah dapat hadiah
baju dari Kapten
Kendari, 26 Februari 2018
“We will send a
confirmation email shortly <3
THANK YOU FOR SHARING YOUR LOVE & CONGRATULATION”
-Ucapan dari Kapten-
Sedikit
cerita, pernah sa jatuh cinta sama 'Putri Duyung'. Hanya sekarang da kembalimi
ke dunianya. Baru kayaknya da lupa hapus ingatanku tentang dia.
Awalnya sa
kenal pas da kesasar, tidak tahu jalan pulang. Baru dari ekspresinya, kayak da
takut sekali. Itu hari da terluka 'sirip'nya gegara hal lain. Jadi sa temani
mi, sampe-sampe sa Cinlok sama dia.
Singkat
cerita, sa jadian sama dia. Sa habiskan banyak waktu sama dia. Pekerjaan
utamaku itu hari kasih bahagia dia dan puisikan dia.
Seiring
waktu, siripnya semakin hari semakin sembuh dan da putuskan untuk kembali ke
'dunia'nya karena da sudah kuat mi untuk berenang sendiri. Waktu da pigi, da
pamit bae-bae ji sama saya dan ekpresinya sudah tegar dan kuat sekalimi. Tidak
sama waktu pertama bertemu. Saya sa persilahkan saja. Karena sa tidak suka
menahan, apalagi tahan untuk da pergi. Terus gegara da tidak hapus ingatanku,
alhasil sa RINDU. Kadang kalau sa merasa mau meledak, sa cari dia di puisi yang
pernah sa tulis atau sa ke tempat-tempat yang pernah kita pigi sama-sama.
TAMAT
(ceritanya)
BERSAMBUNG (rindunya)
BERSAMBUNG (rindunya)
Di
Stalking Kapten
“Anu yang PHP atau
kita yang terlalu Baper?” Captionku.
Baju Sweet Talk, hadiah dari Kapten baru pertama kali
saya posting di feed akun IGku dan lansung di-repost akun @SherylMerchindise,
adalah sebuah akun di mana kita bisa melihat baju Official dari Kapten.
Kemudian repost-an itu diberi caption “Wah
ada pelangi. Thank you sudah support yaa” yang lansung saja saya balas
dengan ucapan terima kasih.
Lalu repost-an itu saya bagikan di story IGku dan setelah
beberapa jam, saya cek story itu ternyata Kapten muncul sebagai salah satu
orang yang sudah melihat story IGku. Kapten? Stalking saya? Tidak salah ji kah
itu?
Awalnya saya tidak terlalu yakin, tapi saat saya cek
ulang, saya stalking balik itu akun ternyata itu akun aslinya Kapten, dan
kembali lagi rasa senang yang luar biasa. Terasa seperti semakin erat saja
hubunganku dengan Kapten.
“Bagus bajumu di’?” Tanya gebetan.
“Iye, terima kasih! Dari pacarku ini” Jawabku senyum.
“Memangnya siapa pacarmukah?” Gebetan kembali bertanya.
“Kapten Sheryl Sheinafia” Jawabku dengan bangga dan penuh cinta.
Kendari, 16 Agustus 2018
PENULIS
Perkenalkan, nama lengkap saya Putra
Hanuddin, biasa disapa Putra tapi kalau di rumah dari kecil lebih sering
dipanggil Aco. Melalui buku ini, saya mengaku secara sadar bahwa saya adalah
Shermunch dari Kota Kendari-Sulawesi Tenggara. Saya kenal Kapten kalau bukan
dari tahun 2014, mungkin tahun 2013an. Entah berawal dari media sosial yang
mana, tapi dari Kapten sering unggah video di youtube, dari Kapten aktif main
twitter, dan sampai sekarang zaman Kapten lebih aktif main instagram, saya
selalu mengikuti aktifitasnya dari jauh. Mungkin, bisa dibilang dari Shermunch
masih bernama Shermeleon. Hehehe.
Kalau
berminat, saya bisa diajak cerita melalui;
E-mail : putrahanuddin@gmail.com
Instagram : @putra_aco
Facebook : Putra (Aco)