Jumat, 30 November 2018

Putra Shermunch Kendari


BASA BASI
Pada suatu waktu saya bertanya ke diri sendiri, “Kenapa mengaku suka, tapi lagu-lagunya unduh gratis? Bukannya musisi bisa bertahan kalau karyanya diapresiasi(beli)?”. Pertanyaan itu menjadi dasar tulisan ini, bahkan menjadi awal saya semakin merasa malu berjumpa. Sekalipun saya juga sadar, kalau tidak mungkin Kapten mau berjumpa atau sekedar menyapa saya secara lansung. Pertanyaan itu kemudian masuk ke obrolan saat saya dihubungi sama salah satu Shermunch (entah dari kota mana), tapi dari obrolan itu saya ingat pernah berkata; “Shermunch ilegal saya!”. Ucapku saat dia mencari informasi tentang saya dengan bertanya dan saya dengan pikiran-pikiranku yang sampai sekarang belum bisa terjawab.
            Tulisan di dalam buku ini adalah kumpulan cerita saya jatuh cinta ke kapten. Bukan hanya tulisan untuk dia tapi beberapa tulisan untuk orang lain –sahabat- itu terinspirasi dari kapten. Makanya saya sengaja masukkan ke dalam kumpulan ini. Juga cerita-cerita saya yang belum pernah saya rasakan sebagai orang yang menyukainya dari jauh, ada beberapa cerita juga saya merasa kalau saya adalah satu-satunya yang pernah merasakan itu. Awalnya saya menulis hanya beberapa bait, kemudian beberapa halaman, dan ternyata sudah bisa menjadi satu kumpulan (buku).
            Btw, terima kasih banyak kapten. Karena kau terus berkarya, saya merasa termotivasi untuk ikut berkarya. Bahkan karya yang kau hasilkan terkadang menjadi acuan karyaku juga. Walaupun beda, kau musisi dan saya (ingin) jadi penulis. Tapi dengan karyamu, saya merasa ditemani saat sedang sendirian atau merasa merindukanmu. Terima kasih banyak kapten.







AKIBAT RINDU
S.S.T.
Syairnya menemani puisi dan hari
Hari di mana mimpi bercerita tentang temu hari esok
Esokkan ada terjaga dalam semu dan raga
Raga pula menjadi alasan keseimbangan ying dan yang
Yang pernah menyapa membuat cinta semakin luka
Luka tak demikian. Seperti puisi dan hari.

Segalanya merdu dan indah
Hal berlagu itu peka di waktu sore
Entahlah, bersuka karena apa
Mungkin karena pagi
Ini sesungguhnya hari berbicara
Dan surya menghangatkan
Namun, temu masih berwujud ragu
Bahkan jarak sudah menjadi rindu
Kendari/jumat, 19 Juni 2015


Rindu Bersapa    (S.S.T)
Luka itu mengalun di dalam musik
Sedangkan rindu ini mengalir di dalam puisi

Pernah menjadi acuh pernah menjadi pemuja
Sebenarnya masih sama. Sama-sama penadah waktu

Masa depan tak bercerita tentang puisi
Tapi bisa saja puisi mengadukan itu

Lalu, sang inspirator akan mati
Kemanakah alunan musik dan rindu puisi akan beradu?

Bisa saja ke lorong masa itu
Atau mungkin saja tertanam di pori-pori yang tersirat

Kemudian, rasa sunyi bersuara. Kita berdua berusaha reminds of love.
Demi aku dan demi kryptonite itu
Sahabat pasti akan mempuisikan semua.
Kendari/senin, 22 Juni 2015



Kita Berdua
                                    Kan ada syair indah
Indah serta suka dalam tak temu
Temu satrawan, temu apresiasi
Apresiasi dalam segala bentuk puisi

Bebas, bebal, berwujud, berbait
Entah bermaksud duka atau cinta
Ruh ada di raga puisi juga nyata
Dan syair itu sebenar-benarnya indah
Untuk itu abadikanlah waktu
Antara semua napas syairmu
Kendari/senin, 29 Juni 2015


Bla Bla Bla
Buktikan bahwa kau nyata
Lama dan tua menjadikanmu tak ada
Abadi sebenarnya ada atau tak ada?

Buktikan bahwa kau benar adanya
Lelah dan luruh dalam segala waktu
Abadi sesungguhnya ada atau tak ada?

Buktikan bahwa kau syair cinta
Lama-lama lelah pun akan usang
Abadi adalah puisi yang sedang kau baca
                                                                        Kendari/senin, 29 Juni 2015


Kryptonite
Kaki menapaki jalan lelah
Raga berusaha mengerti syair dan hidup
Yang sebenarnya tujuan adalah bersuka
Pun adanya alasan juga berusaha bersuka
Tak akan menyatakan bahwa aku adalah puisi
Oleh karena itu syairkanlah hidup dan alasan itu
Namun jika kau tak mampu, sesungguhnya puisiku punya pundak
Ini antara fungsi sebenarnya
Tulis mimpi berbentuk cinta, lalu buat menjadi nyata
Ekspresi akan menjadi nyawa sesungguhnya
                                                            Kendari/senin, 29 Juni 2015


Reminds Me of Love
Ramuan apa perlu ada di cita?
Ekspedisi dalam perjalanan kata
Meskipun berliku pena tetap bernyawa
Inti dari semua semu juga nyata
Namun itulah hidup di dunia fiksi
Dan mati nanti dalam dunia puisi
Semoga

Mempuisikan adalah napas
Entah acuh atau pura-pura tak terbaca

Orang lain merasa iri dengan harmonis syair hidup
Faktor dari tak sama kesempatan

Lalu akhirnya benar-benar merasa abadi
Orang pun menjadi acuh dan pura-pura tak terbaca
Virus tertanam disetiap bait yang lahir
Entahlah apa akhirnya. Tapi, ramuan apa yang perlu ada?
                                                                        Kendari/selasa, 30 Juni 2015


Rasa Sunyi
Rasa seolah-olah akan mengaku lelah
Antara angan dan ingin. Ada cerita
Sesungguhnya yang fiksi adalah puisi
Antara kata dan raga ada jemu

Selesaikan apa yang kau lahirkan
Untuk itulah bait benar nyata terbentuk
Namun langit luruh bersama hujan
Yang menjadi tujuan inspirasi
Ini akhirnya raga akan mengaku lelah
Kendari/selasa, 30 Juni 2015


Sahabat
Seberapa pantas kau menjadi puisi
Adalah aku jadi sang penyair
Hal-hal mengenai kepenulisan
Adalah masa depan berbicara
Baru setelah menjadi buku
Aku benar-benar sang penyair yang menjadikanmu puisi
Terbit suka setelah ini terbaca
Kendari/selasa, 30 Juni 2015


Demi Aku
Dari sebuah angan ingin temu
Entah, temu dalam mimpi atau syair puisi
Maka dari itu hati bersuara
Istilah, jatuh cinta pun ceritanya

Awan, mengingatkan pada langit
Karena langit selalu jadi saksi cinta dan puisi
Untuk itulah, angan ingin jumpa dan temu
                                                                                                Kamis, 2 Juli 2015




Marta Bak
Membayang-bayangi bayangan awan
Ada gelap terkejar
Raga lelah namun jiwa membara
Telur-telur masa lalu menetas hari ini
Adonan rasa menghasilkan cinta
Bulan terbit membumbuinya
Antara pengucap dan pengecap
Kecoklatan menjadi baju setiap raga tertelan                                                                                                                  Sabtu, 04 Juli 2015
                                                                                                Kota Kendari


Sheryl Throwback
Sisa waktu terus digunakan
Habis ketika benar-benar nyawa dikembalikan
Endapan kisah kadang terkenang
Raga ditimbun juga akan benar-benar pulang
Yang jadi kepunyaan adalah teman
Landai puisi tersemai pun kepunyaan tuhan

Tak akan terkira oleh langit, awan dan malaikat
Hari-hari terus berlisan dan berbait
Ruh itulah membuktikan masih bernyawa
Oleh karena itu, pahami puisi, pahami penulis puisi, dan pahamilah pemilik puisi
Waktu saja terus menulis kisahnya
Bahkan kadang bulan menemaninya menulis hingga bulan tertidur
Antara lalu, kini, dan depan
Cukup diabadikan dalam senyum puisi
Karena itu, waktu terus digunakan
                                                                                                                Kota kendari
                                                                                                                Sabtu, 04 Juli 2015










PENGOBAT RINDU
Pesan Khusus
09 Februari 2015
Hope to see you soon bareng munch yang lain ya! :) take care.

            Pesan khusus buat saya dan bikin saya tidak tahu mau balas apa.
            Waktu sa baru baca pesannya Kapten yang dia kirim ke saya lewat twitter, sa jadi tidak tahu berkata-kata. Bahkan sa tanya kakakku apa yang perlu sa balas dan bagaimana cara balasnya. Sampe-sampe sa gemetar waktu pegang hapeku. Butuh beberapa menit untuk kembali nyawaku supaya bisa mengetik di hape. Padahal baru itu pesan lewat media sosial, belum ketemu lansung. Hehehe.



Ucapan Selamat Pagi
10 Februari 2015
07.57
Just wanna say goodmorning and hello to my 1000th follow @Putrashermunch! :)

            Sebenarnya saya bukan orang yang sering main aplikasi twitter, tapi untuk mengikuti kegiatannya Kapten yang lebih banyak update di twitter saya jadi ikut bermain aplikasi itu. Kemudian tidak tahu sa mimpi apa pas hari selasa tanggal 10 Februari 2015, tepatnya jam 07.57 pagi, Kapten dia status di twitternya ucapan selamat pagi dan halo KHUSUS UNTUK SAYA. Hahahaha. Terus pake emotikon senyum lagi. HEEEEEEBAT!
            Pernah lihat orang dapat uang di jalan pas lagi kosong betul dompetnya? Atau pernah lihat ekspresinya anak kuliah yang jarang kerja tugas tapi dapat nilai bagus? Atau pernah lihat anak kecil dibelikan makanan kesukaannya? Atau pernah lihat ekspresinya teman yang ditembak sama odo-odonya yang sudah lama? Sudah itu semuami ekspresiku pas sa buka akun twitterku dan lihat tweet dari Kapten. Sa senang, sa guling-guling, sa histeris dalam hati, sa …. Pokoknya sa senang sekali. Mungkin paling sama ekspresiku itu waktu Kapten dibalas tweetnya sama Jhon Mayer, idolanya Kapten. Begitu juga perasaanku mungkin, mirip perasaannya Kapten.
            Semenjak hari selasa itu, saya jadi tidak merasa irimi lagi dengan kenalan yang diucapkan selamat ulang tahun oleh Kapten.
21 Februari 2015
Cie-cie, yang dapat ucapan dari Kapten. Selamat ya? (iri aku) J” Pesan yang saya kirim lewat BBM.
Hahaiyaa makasihhhh JBalasannya. “nantik kalo ulng thn juga diucapinkok” lanjutannya.
            Suatu waktu, ada kenalan yang dapat ucapan selamat ulang tahun dari Kapten. Kemudian dia bagikan dan jadikan profil di BBMnya. Otomatis sa iri dengan itu, jadi sa komen dan dia hanya tertawa, dengan ucapan kalau nanti saya dapat ucapan juga dari Kapten, ucapan selamat ulang tahun. Tapi pas hari ulang tahunku, ternyata tidak ada ucapan. Bahkan sudah tiga kali lewat tanggal ulang tahunku semenjak hari itu, belum ada juga ucapan. Sekarang saya baru sadar, apa dayaku? Siapa juga saya mau dapat ucapan begitu? Jadi, dengan berat hati rasa itu saya sembunyikan dalam-dalam. Mungkin rasa itu telah tertimbun oleh perasaan yang lain. Btw, kalau saya ketemu lansung Kapten, bagaimana seharusnya saya merespon di’? Sampai sekarang juga sa masih bingung bagaimana bersikap di depannya, padahal ini baru hanyalan ji. Belum ketemu lansung.


Martabak
Bersyukur itu ketika mami ketok pintu dan bertanya "dek mau dibeliin martabak ga?" jam segini :')

            Seperti biasa, sebelum tidur stalking Kapten lewat dunia maya, lebih tepatnya lewat aplikasi twitter. Kemudian pada waktu dia pasang tweet tentang rasa senangnya karena mau dibelikan martabak, saya yang sok kenal dia karena sudah pernah dichat pribadi dan ditag di tweetnya, lansung memberi komentar;
            emangny nggak ap-ap sring mkan mrtabak mlam”? bkannya mrtabak itu brminyak dan penyanyi tdak bisa sering-sering makan yang brminyak?” Tanyaku dalam bentuk komentar yang sok akrab.
            Martabak adalah salah satu makanan kesukaannya Kapten. Kemudian, hanya berselang kurang dari 10 menit, Kapten lansung membalas komentarku. Ya, walaupun hanya titik-titik dan “hehe” itu sangat cukup untuk sebagai pengantar tidurku. Rasanya seperti diucapkan selamat malam, ditambah dikecup keningku. Hahaha.
@Putrashermunch ............. H e h e” Isi balasannya Kapten.
23 Juni 2015/ 10.36 malam.


SMS Buat Kapten

Selamat pagi Sheryl Sheinafia, apa yang lebih baik dari sarapan kabarmu? Mungkin sedikit teh kenangan dengan dua sendok gula manis senyummu, dan sepiring catatan pribadi campur tinta pena ini.

Lagi bikin apa? Mandi kosa kata, mencuci mimpi, sikat hati, dan sampoi puisi. Sudahkah?


Di Kendari sini, hujan masih seperti biasa. Membasahi apa saja yang menghalangi rinainya. Rintiknya mengingatkanku dengan petikanmu, lembut dan mende’javukan momen jatuh cinta.

Btw, selamat tambah dewasa Kapten. Izinkan aku mewakilimu membuat harapan; “Semoga ………………………………………, dan semoga kita bisa berjumpa” Amin.
04 Desember 2017


Katanya "kalau sudah berteman lebih dari 7 tahun, pertemanan itu akan abadi".
Sa tidak tahu kata-katanya siapa itu, tapi ada sa kenal orang yang mengamini hal itu.
Btw, saya punya kenalan yang entah dia Teman, Sahabat, atau Saudari. Soalnya sa tidak bisa bedakan.
Kalau hanya dibilang 'Teman', sudah lama sekali mi juga sa kenal. Dari 15 tahun yang lalu. Bahkan sa kenal dari waktu da masih lugu sampe sekarang yang da sok lugu.
Mau disebut juga 'Sahabat', saya di rumahnya seperti pulang ji. Tidak seperti datang bertamu, bahkan keluarganya da sudah anggap saya seperti kucing kesayangannya si bungsu. Ehh! Maksudku, makan-tidur-makan-tidur semauku ji. Mirip-mirip lah kucing rumah!
Dan mau sa panggil juga saudari, tidak ada hubungan darah sama sekali. Bahkan beda aktifitas, beda kampung halaman, beda idola, beda cita-cita, dan banyak sekali bedanya kalau sa uraikan.
Kemudian dia da semakin dewasa dan saya sa hanya tambah tua.
Banyak teman/kenalanku yang dari dulu sampe sekarang masih tetap berteman. Bahkan akrab. Tapi hanya ada satu orang teman/kenalan/saudari yang pernah terkejut sampe keluar airmatanya pas ketemu saya setelah lama tidak berjumpa, DIA.
Katanya "kalau sudah berteman lebih dari 7 tahun, pertemanan itu akan abadi".
Sa tidak tahu kata-katanya siapa itu, tapi ada sa kenal orang yang mengamini hal itu.
14 Februari 2018
Tulisan di atas berhasil menghadiahi saya baju Sweet Talk.
Sa baru pulang, dari main waktu di tempat kerja. Di perjalanan pulang, sa berpikiran untuk nascop (jeda) merindukan Putri Duyung karena lama sekalimi sa main Buru Mati Rindu. Baru anu juga, sa capek sekali mi jadinya terus. Hanya jadinya ji, tidak pernah jadiannya. Ehh...
Terus pas sa sampe rumah, ternyata hujan semakin deras, untungan suhunya tidak sedingin sikapnya itu orang. Jadi sa santai saja jalan pulang dan jalani hari-hariku. Eh, apakah sa mau bahas?
Oo, sa ingatmi. Kado/hadiah yang buat saya toh, sudah sampemi. Itu hadiah baju kedua awal tahun ini. Pertama dari pacarnya orang dan ini yang kedua dari masa depannya orang (Saya bukan orangkah? Saya, sa lagi belajar jadi orang. Supaya sa bisa jadi salah satunya itu. Pacarnya orang atau masa depannya orang atau keduanya atau ............)
Btw, terima kasih nah Kapten? Gegara kau anu terus ke saya, sa jadi anu juga. Itumi sa anu sekarang dan sa akan tetap anu. Tidak anu ji, hanya anu. Intinya, terima kasih.

Tulisan ini hadir setelah dapat hadiah baju dari Kapten
Kendari, 26 Februari 2018


We will send a confirmation email shortly <3
THANK YOU FOR SHARING YOUR LOVE & CONGRATULATION
-Ucapan dari Kapten-

Sedikit cerita, pernah sa jatuh cinta sama 'Putri Duyung'. Hanya sekarang da kembalimi ke dunianya. Baru kayaknya da lupa hapus ingatanku tentang dia.
Awalnya sa kenal pas da kesasar, tidak tahu jalan pulang. Baru dari ekspresinya, kayak da takut sekali. Itu hari da terluka 'sirip'nya gegara hal lain. Jadi sa temani mi, sampe-sampe sa Cinlok sama dia.
Singkat cerita, sa jadian sama dia. Sa habiskan banyak waktu sama dia. Pekerjaan utamaku itu hari kasih bahagia dia dan puisikan dia.
Seiring waktu, siripnya semakin hari semakin sembuh dan da putuskan untuk kembali ke 'dunia'nya karena da sudah kuat mi untuk berenang sendiri. Waktu da pigi, da pamit bae-bae ji sama saya dan ekpresinya sudah tegar dan kuat sekalimi. Tidak sama waktu pertama bertemu. Saya sa persilahkan saja. Karena sa tidak suka menahan, apalagi tahan untuk da pergi. Terus gegara da tidak hapus ingatanku, alhasil sa RINDU. Kadang kalau sa merasa mau meledak, sa cari dia di puisi yang pernah sa tulis atau sa ke tempat-tempat yang pernah kita pigi sama-sama.
TAMAT (ceritanya)
BERSAMBUNG (rindunya)


Di Stalking Kapten
            Anu yang PHP atau kita yang terlalu Baper?” Captionku.

            Baju Sweet Talk, hadiah dari Kapten baru pertama kali saya posting di feed akun IGku dan lansung di-repost akun @SherylMerchindise, adalah sebuah akun di mana kita bisa melihat baju Official dari Kapten. Kemudian repost-an itu diberi caption “Wah ada pelangi. Thank you sudah support yaa” yang lansung saja saya balas dengan ucapan terima kasih.
            Lalu repost-an itu saya bagikan di story IGku dan setelah beberapa jam, saya cek story itu ternyata Kapten muncul sebagai salah satu orang yang sudah melihat story IGku. Kapten? Stalking saya? Tidak salah ji kah itu?
            Awalnya saya tidak terlalu yakin, tapi saat saya cek ulang, saya stalking balik itu akun ternyata itu akun aslinya Kapten, dan kembali lagi rasa senang yang luar biasa. Terasa seperti semakin erat saja hubunganku dengan Kapten.

Bagus bajumu di’?” Tanya gebetan.
Iye, terima kasih! Dari pacarku ini” Jawabku senyum.
Memangnya siapa pacarmukah?” Gebetan kembali bertanya.
Kapten Sheryl Sheinafia” Jawabku dengan bangga dan penuh cinta.
Kendari, 16 Agustus 2018


PENULIS
            Perkenalkan, nama lengkap saya Putra Hanuddin, biasa disapa Putra tapi kalau di rumah dari kecil lebih sering dipanggil Aco. Melalui buku ini, saya mengaku secara sadar bahwa saya adalah Shermunch dari Kota Kendari-Sulawesi Tenggara. Saya kenal Kapten kalau bukan dari tahun 2014, mungkin tahun 2013an. Entah berawal dari media sosial yang mana, tapi dari Kapten sering unggah video di youtube, dari Kapten aktif main twitter, dan sampai sekarang zaman Kapten lebih aktif main instagram, saya selalu mengikuti aktifitasnya dari jauh. Mungkin, bisa dibilang dari Shermunch masih bernama Shermeleon. Hehehe.

Kalau berminat, saya bisa diajak cerita melalui;
            E-mail             : putrahanuddin@gmail.com
            Instagram       : @putra_aco
            Facebook        : Putra (Aco)

           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar